Selasa, 25 Februari 2025

HARSA


 


HARSA




"Lang, Bolehkah aku egois menginginkan harsa amerta bersamaku ? Aku tak ingin lara hadir menggantikannya tatkala ia tak ada."

"Rum, harsa dan lara hadir silih berganti, mereka tidak bisa amerta seperti keinginanmu pada harsa. Tapi, harsa ada untuk mengajarkanmu bersyukur atas kehadirannya, begitupun dengan lara ia ada untuk mengajarkanmu rasa sabar serta bangkit dari keputusasaan dan mengingatkanmu bahwa setelah kehadirannya akan datang harsamu.

"Tapi, Lang .. "

"Rum, percayalah !"





Kamis, 26 Desember 2024

Surat Kecil Untuk Sahabat

Surat Kecil Untuk Sahabat💓


Hai! Bagaimana kabarmu sekarang ? Apakah kamu baik-baik saja ? Aku harap semoga kamu sekarang baik-baik saja. Aku tak tahu kapan kamu akan menemukan tulisanku ini, entah itu saat kita masih bisa menghabiskan waktu bersama atau disaat kita sudah terpisah oleh jarak dan waktu karena berjuang meraih impian kita masing-masing. Apapun kondisinya saat ini, aku harap kita masih memilki hubungan yang baik sebagai sahabat. 

Untuk kamu, sahabatku. Tak pernah aku terpikirkan dapat bertemu dengan orang sebaik kamu yang mau menerima segala kekurangan dan kelebihanku. Dan bahkan mau bersabar serta  membantuku menjadi pribadi yang lebih baik lagi.  Meskipun kamu tahu bahwa sikapku pernah menyakiti hatimu dan membuatmu kecewa. Namun, kamu berbesar hati mau memaafkanku meskipun sejak saat itu hubungan kita sedikit retak. 

Jujur saja, aku tak ingin ada masalah dalam hubungan persahabatan kita, bahkan membuat hubungan kita renggang dan kehilangan kamu saja aku tak sanggup. Tapi, permasalahan itu hadir begitu saja tanpa bisa aku cegah. Duniaku saat itu terasa hancur , aku bingung, entah bagaimana caranya aku memperbaiki semuanya untuk kembali seperti semula. Hubungan kita merenggang, kau menjauh dan aku menyalahkan diriku sendiri. Hal yang tak aku inginkan pun terjadi tanpa bisa aku cegah. Permasalahan itu hadir dan kau kecewa. Aku tahu setiap persahabatan pasti ada problematikanya. Tapi, rasanya aku tak ingin hal itu terjadi dalam persahabatan kita. 

Sebelum tahun 2024 ini berakhir, Aku ingin meminta maaf  padamu atas segala sikapku dan perkataanku yang pernah menyakitimu dam mengecewakanmu. Kamu berhak marah dan kecewa padaku, kamu juga berhak untuk menjauh dariku karena memang itu hakmu dan aku tidak bisa memaksamu untuk tetap bersamaku. Tapi aku berharap semoga kamu berbesar hati mau memaafkan kesalahanku dan menjalin persahabatan dengan ku.

Kamu tahu, banyak kebersamaan yang kita lewati bersama--canda, tawa suka maupun duka, bahkan kita pernah tertwa bersama karena hal-hal random yang kita lakukan. Kita pernah deep talk sampai malam hingga kita lupa waktu pulang. Banyak hal yang kita bahas saat itu, mulai dari impian masing-masing, goals kita, pendidikan, pekerjaan, keluarga, kehidupan, isu-isu hangat yang terjadi bahkan hal kecil seperti make up dan skincare pun masuk dalam list obrolan kita. Padahal saat itu kita terlalu cuek pada diri sendiri dan make up serta skincare tak pernah masuk dalam list obrolan. Tapi seiring berjalannya waktu, akhirnya kedua hal itu masuk dalam list obrolan kita juga. Bahkan kejadian atau pengalaman yang terjadi di 1 jam yang lalu pun kita ceritakan juga. Seru sekali kita bisa menghabiskan waktu bersama. Beribu terimaksih dan syukur  ku panjatkan pada Sang Pencipta yang telah mempertemukanku denganmu. 

Dan terimakasih untukmu yang sudah mau bersahabat dan menghabiskan waktu bersamaku. Terimakasih juga atas kebaikanmu yang selalu aku repotkan. Entah itu kebaikanmu yang selalu memberiku tumpangan, mengajariku materi yang tak ku pahami, membantuku mengerjakan tugas, berbagi makanan denganku,  kamu yang tak keberatan mengantarkanku ke suatu tempat, menemaniku menunggu jemputan dan bersedia menungguku di tempat yang kita janjikan ketika kita ada agenda yang sama . Terimakasih banyak ya untuk segala kebaikanmu, entah bagaimana caranya aku membalas kebaikan kamu. Aku harap semoga Sang Pencipta membalas kebaikanmu yang kamu lakukan padaku. 

Semoga kamu sehat selalu dan di berikan keberkahan dalam hidupmu, diluaskan dan dimudahkan rizkimu serta urusanmu. Dan ku tunggu kabar baik tentang kesuksesanmu sahabatku. ;) <3


Majalengka, 27 Desember 2024

Tertanda 
(inh)



#aksarandah #suratkeciluntuksahabat
#penulispemula #penulisindonesia 


Kamis, 21 November 2024

Puisi_Hujan

 HUJAN 

Aku terduduk seorang diri

di sebuah ruangan yang sepi,

Menatap cakrawala yang kini nampak sendu,

Awan kelabu pun mulai menghiasi

Hingga tak terasa rintik-rintik sendunya mulai membasahi bumi 


Di ujung detik yang redup,

Dipeluk rasa yang berkelana,

Jendela tua menjadi saksi bisu

Bagaimana air mata langit yang tak terbendung 

turun dengan derasnya 

menyimpan sejuta rahasia di sana


Majalengka, 06 Juli 2024


#hujan #sendu #puisi #penulispemula

#penulisindonesia

Sabtu, 18 Maret 2023

Memoar_Sang Rembulan Dengan Sinarnya

            Aku duduk sendiri di ujung koridor kampus lantai 2 di dekat ruangan kelasku. Sebuah tempat yang sering kali digunakan oleh beberapa mahasiswa untuk berkumpul, berbagi resah atau sekedar menghisap sebatang rokok untuk menghilangkan penat sembari menunggu mata perkuliahan selanjutnya. 

        Aku diam membisu dengan netra yang terus menatap karya Tuhan yang paling indah di hadapanku. Ia sang mega yang membentang dengan warna biru yang begitu menenangkan. Hari ini langit sangat cerah tanpa ada awan kelabu yang menghiasi. Meskipun begitu, nyatanya tidak sama halnya dengan jiwaku yang kini nampak sendu. Ada sesak yang menghimpit dada dan berbagai perdebatan yang mengusik isi kepala. Sudah delapan bulan lebih kujalani peranku sebagai seorang mahasiswa, nyatanya ada sesuatu yang hilang dari jiwa yang kini membuatku berbeda. 

        "Mengapa di tempat ini aku merasakan perbedaan yang sangat kentara? Seperti ada yang hilang, tapi aku tidak tahu itu apa? Mungkinkah aku belum menemukan kenyamanan disini? Ataukah aku sudah kehilangan kepercayaan diriku?" pikirku.

        Nyatanya bukanlah hal yang mudah bagiku untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, diperlukan banyak waktu bagi diri ini untuk memahami dan menerima semuanya. Tidak semua orang dapat berkenan menerima eksistensi dan entitas ku dilingkungan mereka. Selama menjalani perkuliahan ada berbagai karakter manusia yang ku temui dengan berbagai potensi yang mereka miliki. Apalagi di program studi pendidikan yang ku pilih ini, ada banyak mahasiswa yang pandai dalam public speaking dengan wawasan yang begitu luas dalam ilmu agama ataupun ilmu pengetahuan lainnya. Mereka juga aktif dikelas maupun organisasi kampus dan bahkan sebagian dari mereka juga ada yang sudah bekerja. 

        "Hufft, kenapa sih aku gak bisa seperti mereka, yang pandai dalam berbicara dan menyampaikan opini?", monologku.

        "Ide dan gagasanku terkadang tertahan dan tersimpan di pikiranku sendiri. Dan bahkan kerap kali apa yang aku sampaikan pada mereka berbeda dengan rangkaian kata yang telah aku susun di dalam pikiranku."

    "Presentasiku di beberapa pertemuan perkuliahan pun sangat kacau. Bahkan kerap kali aku merasakan demam panggung ketika dihadapkan dengan banyaknya pasang mata."

        "Beberapa teman-temanku pun sudah jauh melangkah dariku, sebagian dari mereka telah memiliki pencapaian yang bagus dibandingkan ku, lalu bagaimana dengan pencapaian ku? Mencoba hal baru di bidang lain pun sudah aku lakukan, nyatanya lagi dan lagi aku gagal. Sepayah itu kah aku?"

        Dan kalimat-kalimat serupa lainnya kini mulai memenuhi isi kepala, menyalahkan diri sendiri atas sebuah kegagalan hingga membandingkan pencapaian diri dengan orang lain. Ku pejamkan mata sambil menghirup udara lalu membuangnya perlahan dan ku lakukan ini secara berulang dengan harapan dapat membuatku sedikit lebih tenang. 

       "Seharusnya aku gak perlu membandingkan pencapaian orang lain dengan pencapaian ku. Bukankah setiap orang itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing? Ketika rencana kita gagal masih ada cara lain yang bisa kita lakukan, bukan? Mungkin saja saat ini aku harus berusaha lebih keras dan setiap kegagalan merupakan bagian dari proses yang harus ku lalui. Aku percaya semua orang akan sukses dibidang yang mereka tekuni dan waktu sukses setiap orang tidaklah sama." ucapku berusaha menyemangati diri ini yang hampir menyerah hingga tak terasa kedua sudut bibirku tertarik membentuk bulan sabit. Meyakinkan diri untuk percaya akan kemampuan diri karena sang rembulan akan bersinar dengan sinarnya diwaktu yang tepat.





#aksarandah_ #memoar #mentalhealth #percayadiri

Minggu, 26 Februari 2023

Puisi_Bertumbuh


Bukanlah hal yang mudah menyuburkan kembali

tunas baru yang hampir mati.

Bukanlah hal yang mudah menumbuhkan kembali

bunga baru yang telah layu.

 

Bukanlah hal yang mudah untuk merapatkan barisan, 

menyatukan pemikiran hingga menepiskan egoisme 

demi tercapainya suatu tujuan. 

Dan bukanlah hal yang mudah pula untuk berada di titik ini.

 

Ada perjalanan panjang yang harus dilalui,

tangis haru dan canda tawa yang kerap kali menghiasi,

hingga rasa lelah dengan berbagai problematika pun kerap kali menghampiri.

Namun, kata menyerah bukanlah akhir dari semua ini 

dan perjalanan ini tidaklah berakhir sampai disini.

 

Terima kasih telah memberikan warna pada kisah lembaran monokrom sang monarista.

Euforia dan keharmonisan yang tercipta 

tanpa sadar telah membuat eksistensi dan entitasnya diterima.

Mengeskpresikan diri tanpa resah akan estimasi dan validasi 

hingga ia mampu menjadi versi terbaik diri.

 

 

 

#aksarandah_ #hamidah 

#puisi #bertumbuh #hanyakata

Jumat, 08 Oktober 2021

Sejarah Peristiwa G30-S/PKI


    Latar Belakang

           Peristiwa G30-S/PKI atau gerakan 30 september merupakan salah satu peristiwa bersejarah yang terjadi di Indonesia. G30S/PKI atau disingkat Gestapu    ( Gerakan September Tiga Puluh ) atau Gestok ( Gerakan Satu Oktober ) ini terjadi pada tangal 30 september sampai dengan tanggal 1 oktober 1965 yang menyebabkan enam perwira tinggi dan  seorang  perwira  pertama Angkatan Darat serta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha kudeta. PKI dipercaya sebagai dalang dari peristiwa penculikan dan pembunuhan ini. Pemberontakan  ini dilatarbelakangi oleh tujuan  untuk merebut kekuasaan pemerintahan yang ada pada saat itu dan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi Komunisme.

          Menurut Sudirjo, (1977:39-42) Selain karena ingin merebut kekuasaan, ada juga faktor  lain  yang  membuat  mereka melakukan pemberontakan itu, yakni :

1)                1). Angkatan Darat menolak pembentukan Angkatan Kelima

Angkatan  Kelima  merupakan  unsur  pertahanan  keamanan  Republik  Indonesia yang  diduga  sebagai  gagasan dari  Partai Komunis  Indonesia  (PKI).   Angkatan ini diambil dari kalangan buruh dan petani  yang  dipersenjatai.  Namun  versi  lain  menyebutkan  bahwa  Angkatan Kelima    merupakan  ide  dari Presiden  Soekarno  untuk menambah angkatan  bersenjata di  Indonesia  karena menerima bantuan dari luar negeri.

2)            2). Anggkatan Darat menolak adanya Nasakomisasi .

Nasakomisasi/nasakom (Nasional, Agama, Komunis) merupakan ajaran Bung  Karno  yang mengharuskan adanya persatuan “nasional progresif  revolusioner” . Ajaran Nasakom ini oleh PKI diharuskan  untuk diterapkan  secara  struktural,  yaitu bahwa  dalam  setiap  badan  dan  kegiatan negara, termasuk ABRI, golongan komunis harus diikutsertakan.

Awal mulanya yaitu pada tanggal  1 - 10 Juni  1965  di  berbagai  tempat  di Indonesia  diadakan  pendidikan kilat  kader  Nasakom yang diselenggarakan oleh  Front  Nasional yang merupakan  salah satu usaha dari  indoktrinasi (antara  lain  Kursus  Kader Revolusi)  yang dilakukan  pada  masa  itu   (Sucipto,2013:33).

3). Angkatan Darat Menolak Poros Jakarta-Peking

Poros Jakarta Peking merupakan salah satu usaha untuk mewujudkan Nefo yang merupakan salah satu hal yang melandasi adanya Politik Konfrontasi. Pada saat itu di Indonesia sedang diberlakukan Politik Kontfontasi yang lebih  mengarah  pada negara-negara  kapitalis  seperti  Negara Eropa  Barat  dan  Amerika  Serikat. Nefo sendiri merupakan kekuatan  baru  yang muncul  dari negara-negara  progresif  revolusioner (termasuk  Indonesia  dan  negara-negara komunis umumnya) yang anti imperialisme dan  kolonialisme (Sudirjo,1977:41).

Peristiwa Pemberontakan  G30S/PKI

Beberapa hari menjelang  terjadinya  peristiwa G.30.S/PKI, terdengar  kabar bahwa kesehatan Presiden  Soekarno  menurun  dan kemungkinan akan lumpuh atau meninggal. Mengetahui  hal  tersebut  Dipa  Nusantara Aidit  langsung  memulai  gerakan dengan membuat sebuah rencana pergerakan terlebih dahulu . Kemudian, Rencana gerakan tersebut diserahkan kepada Kamaruzaman alias  Syam  yang  diangkat  sebagai  ketua Biro  Khusus  Partai  Komunis  Indonesia (PKI)  yang sebelumnya telah disetujui  oleh  Dipa  Nusantara Aidit sendiri.  Biro  khusus  ini  menghubungi kadernya  dikalangan  Angkatan  Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) , seperti Brigadil Jenderal  Supardjo,  Letnan Kolonel  Untung dari  Cakrabirawa,  Kolonel  Sunardi  dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) , Marsekal Madya Omar Dani dari Angkatan  Udara  (AU)  dan  Kolonel  Anwar dari  Kepolisian. Menjelang  pelaksanaan pemberontakan Gestapu 1965, pimpinan PKI telah  beberapa  kali  mengadakan pertemuan  rahasia secara berpindah-pindah  dari satu tempat ke tempat yang  lain.  Kolonel  Untung  sebagai pemimpin  dari  Gerakan  G30-S/PKI  tahun 1965, memerintahkan  kepada  seluruh anggotanya  untuk  siap  dan mulai bergerak  pada  dini  hari  1  Oktober  1965 untuk  melakukan  serangkaian  penculikan dan pembunuhan terhadap 6 perwira tinggi dan  seorang  perwira  pertama  dari Angkatan  Darat yang dibunuh  dan  diculik  dari kediamannya masing-masing, (Sucipto,2013:112-114). 

Mereka dibunuh dan dianiaya secara kejam diluar batas perikemanusiaan. Kemudian jenazah mereka dimasukkan ke dalam sebuah sumur tua di Lubang Buaya. Lubang Buaya  merupakan sebuah desa yang terletak di sebelah selatan Pangkalan Udara Tama (Lanutama) Halim Perdana Kusumah, Jakarta. Adapun enam perwira tinggi dan seorang  perwira  pertama Angkatan Darat  yang menjadi korban dari pemberontakan G30-S/PKI yaitu:  
 
1). Mayjen Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat),
 
2). Mayjen Raden Soeprapto (Deputi II Men/Pangat),
 
3). Mayjen Siswondo Parman (Asisten I Men/Pangad)
 
4). Mayjen Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Men/Pangad), 
 
5). Brigjen Donald Izacus Panjaitan (Asisten IV Men/Pangad)
 
6). Brigjen Sutoyo Siswomihardjo (Inspektur Keehakiman/Oditur Jenderal AD). 
 
7). Letnan Satu Piere Andreas Tendean (Ajudan Jenderal A.H. Nasution)

Dalam proses penculikan para perwira tinggi Angkatan Darat tersebut, PKI juga berusaha menculik Jendral A.H. Nasution. Namun, usaha mereka gagal karena Jendral  A.H.  Nasution  dapat  meloloskan diri  dari  kepungan PKI. Akan tetapi, putri  JendralA.H.  Nasution yaitu Ade  Irma  Suryani  Nasution dan Letnan Piere Tendean yang merupakan ajudan Jendral A.H. Nasution  serta  Brigadir  Polisi  Karel Satsuit Tubun telah menjadi korban.

Selain itu, PKI juga melakukan pemberontakan di berbagai tempat di seluruh Indonesia dan salah satunya yaitu di  Yogyakarta.  Dalam pemberontakan ini PKI  telah  membunuh Kolonel  Katamso  Dharmokusumo  dan Letnan  Kolonel  Sugiyono  Mangunwiyoto. Pembunuhan  dilakukan  dengan  cara kejam.  Sebelumnya,  para  perwira Pancasila itu  disiksa  dengan  keji yang kemudian jenazahnya diseret dan dibuang ke dalamsumur  di  Lubang  Buaya  (Sudharmono,1985:43).

Tindakan Penumpasan G30S/PKI

        Operasi penumpasan  G30-S/PKI  dilakukan  pada hari Jumat tanggal 1 Oktober 1965. Mayor Jenderal  Soeharto yang  menjabat Panglima  Komando  Strategis  Angkatan Darat  (Kostrad)  mengambil  alih  Komando Angkatan   Darat.  Di  bawah  pimpinan Kolonel  Sarwo  Edhi Wibowo Studio  Radio Republik  Indonesia  (RRI)  pusat,  gedung besar  telekomunikasi  dapat  direbut kembali serta penangkapan  terhadap pemberontakan PKI. Sebelumnya, para Jenderal yang diculik dan berussaha dibunuh itu dituduh mengadakan perebutan kekuasaan terhadap pemerintah. Mereka menyebut ada "Dewan Jenderal" yang akan mengambil alih kekuasaan Presiden Soekarno. Tetapi tuduhan ini ternyata tidak benar justru G30-S/PKI inilah yang sebenarnya berusaha mengadakan perebutan kekuasaan terhadap pemerintah yang sah. Hal ini terbukti dengan dikuasainya Studio RRI Pusat Jakarta yang berada di Jl. Merdeka Barat dan Kantor Telekomunikasi yang berada di Jl. Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

        Penumpasan pemberontakan G30-S/PKI dilakukan oleh Mayjend Soeharto yang sebelumnya telah mengambil alih Komando Angkatan Darat. Pada tanggal 2 Oktober beliau diberi tugas untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. Dengan keputusan Presiden No.142/KOTI/1965 Tanggal 1 November 1965, penugasan tersebut lebih dipertegas dengan pengangkatan beliau sebagai Panglima Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Sudharmono,1985:52). Dalam penumpasan G30-S/PKI, Mayjend Soeharto mulai menyusun sebuah rencana penumpasan yang selanjutnya mengkonsolidasikan serta menggerakan personil Markas Komando Strategis Angkatan Darat dan satuan- satuan lain yang ada di Jakarta yang tidak mendukung G30-S/PKI. Setelah pasukan-pasukan yang dipengaruhi PKI telah disadarkan, langkah selanjutnya yaitu merebut kembali Studio RRI Pusat di Jakarta dan Kantor Telekomunikasi yang sejak pagi diduduki oleh PKI. Dalam usaha penumpasan G30-S/PKI diberbagai daerah di Indonesia ini, para ABRI juga mendapatkan bantuan dari rakyat Indonesia dan organisasi-organisasi lain yang masih setia kepada pancasila.

        
 
 

Daftar Pustaka 

Sebastianus S. Rahmat, Artikel : Pengaruh  Pemutaran Film  G 30 S/PKI Terhadap
Nasinalisme Siswa Kelas X SMK PGRI 3 SIDOARJO Tahun Pelajaran 2017/2018, (Sidoarjo : STKIP PGRI,2018 )
 

Albyanka Romero Himawan & Nala Nandana Undiana, Jurnal: Pandangan Mahasiswa Terhadap Film Penghianatan G30S/PKI, (UPI,2021)

Adi Gunanto, Modul Pembelajaran Sejarah Indonesia Untuk SMA/SMK/MA Semester 1 kelas XII (CV. Putra Kertonatan ), Sukoharjo

Andrianto, Kontroversi Keterlibatan Soeharto Dalam Penumpasan G30s/PKI 1965 (Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo)


Secret Admirer